Monday, 26 December 2016

Lirik Adele - All I Ask dan Terjemahan

[Verse 1:]
I will leave my heart at the door
Akan kutingalkan hatiku di pintu
I won’t say a word
Aku tak kan katakan sepatah katapun
They’ve all been said before
Mereka semua sudah mengatakan sebelumnya
So why don’t we just play pretend
Jadi kenapa kita tak berpura-pura saja
Like we’re not scared of what’s coming next
Seperti kita tak takut yang akan terjadi selanjutnya
Or scared of having nothing left
Atau takut tak miliki apapun lagi

[Pre-Chorus:]
Now, don’t get me wrong
Sekarang, jangan salah paham
I know there is no tomorrow
Aku tahu tak ada hari esok
All I ask is
Segenap yang kupinta

[Chorus:]
If this is my last night with you
Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Hold me like I’m more than just a friend
Peluk aku seperti bukan teman biasa
Give me a memory I can use
Beri aku kenangan yang bisa kukenang
Take me by the hand while we do what lovers do
Pegang tanganku selagi kita lagi pacaran
It matters how this ends
Itu penting bagaimana ini berakhir
Cause what if I never love again?
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?

[Verse 2:]
I don’t need your honesty
Aku tak butuh kejujuranmu
It’s already in your eyes and I’m sure my eyes, they speak for me
Itu sudah dipandanganmu dan aku yakin dipandanganku, mereka berbicara untuk ku
No one knows me like you do
Tak ada yang tahu diriku ku, seperti yang kau lakukan
And since you’re the only one that matters, tell me who do I run to?
Dan semenjak kau menjadi satu-satunya yang penting, katakan padaku siapa yang harus aku tuju?

[Pre-Chorus:]
Now, don’t get me wrong
Sekarang, jangan salah paham
I know there is no tomorrow
Aku tahu tak ada hari esok
All I ask is
Segenap yang kupinta

[Chorus:]
If this is my last night with you
Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Hold me like I’m more than just a friend
Peluk aku seperti bukan teman biasa
Give me a memory I can use
Beri aku kenakangan yang bisa kukenang
Take me by the hand while we do what lovers do
Pegang tanganku selagi kita lagi pacaran
It matters how this ends
Itu penting bagaimana ini berakhir
Cause what if I never love again?
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?

[Bridge:]
Let this be our lesson in love
Biarlah ini menjadi pelajaran cinta kita
Let this be the way we remember us
Biarlah ini menjadi cara kita saling menginat
I don’t wanna be cruel or vicious
Aku tak ingin menjadi kejam atau jahat
And I ain’t asking for forgiveness
Dan aku tak meminta pengampunan
All I ask is…
Segenap yang kupinta...

[Chorus:]
If this is my last night with you
Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Hold me like I’m more than just a friend
Peluk aku seperti bukan teman biasa
Give me a memory I can use
Beri aku kenakangan yang bisa kukenang
Take me by the hand while we do what lovers do
Pegang tanganku selagi kita lagi pacaran
It matters how this ends
Itu penting bagaimana ini berakhir
Cause what if I never love again?
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?

Cara menggunakan masker naturgo

1. Pertama-tama bersihkan terlebih dahulu kulit wajah anda dengan menggunakan air dingin, 
2. Keringkan dengan menggunakan handuk kering yang lembut. 
3. Maskerkan produk wajah tersebut secara merata keseluruh kulit wajah anda dan jangan sampai mengenai mata, alis dan bibir. 
4. Kemudian diamkan selama kurang lebih 30 menit hingga masker kering, tergantung pemakaina, tebal lebih dari 30 menit
5. Lalu buka masker wajah yang telah kering secara perlahan dari bawah keatas. 
6. Lakukan pemaskeran secara rutin dan teratur 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang optimal.


Lirik lagu: Oh My Darling (Feat. Sonu Nigam)

Aaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Doaaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Dokoi Mujhe Poocche How Are You Koi Mujhe Bole How Do You Dokabhi Koi Mujhse Na Kahe Oh My Darling I Love You


oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You


aaj Ki Ladki I Tell You Nakhre Waali Sun Le Tuaaj Ki Ladki I Tell You Nakhre Waali Sun Le Tuna Mein Poocho How Are You Na Main Bolu How Do You Doabhi Yahin Main Kehta Hoon Oh My Darling I Love You


oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You


aaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Do
roj Milo Chupke Chupke Pyaar Karen Chupke Chupke hum Roj Mile Chupke Chupke Pyaar Karen Chupke Chupke main Kab Kissi Se Darta Hoon Main To Tumpe Marta Hoonmain Kaise Yeh Maanon Chal Mera Haath Pakad Lelo Haath Padkad Ke Main Bolon Oh My Darling I Love You


oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You


aaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Do
achcha To Chalo Pyaar Karen Saath Samundar Paar Karenachcha To Chalo Pyaar Karen Saath Samundar Paar Karentere Saath Na Aaoo Main Raaste Mein Doob Na Jaaon Mainpyaar Mein Jo Doob Gaye Yaar Wohi To Paar Huveaisa Hai To Sun Soniya Oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youaaj Ke Ladke I Tell You


oh My Darling I Love You


aaj Ki Ladki I Tell Youna Mein Poocho How Are You Na Mein Bolo How Do You Doabhi Yahan Hum Kehte Hai 


oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You


come On Everybody Sing With Me


oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You


Lirik Lagu Dil Laga Liya Dan Terjemahannya

Lirik Lagu Dil Laga Liya Dan Terjemahannya


Dil laga liya maine tumse pyaar karke 
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)

Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)

Dil laga liya maine tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)

Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)

Dil chura liya maine ikraar karke
(Ku mengambil hatimu setelah aku menginginkannya)

Ikraar karke - 2x
(setelah aku menginginkanya)
Dil laga liya maine tumse pyaar karke 
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)

Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)

Mere diljaani mere maahi mere dholna
(Kasihku, sayangku, cintaku)

Koi sun lega zara dheere dheere bolna
(Tidak perlu ada yang tahu, katakanlah)

Haan, ishq kiya hai maine chori nahin ki hai
(Iya, aku hanya ingin mencinta bukan mencuri)

Tere sang yaara jora jori nahin ki hai
(Dan aku juga bukanlah ingin memaksamu)

Chain le liya maine beqaraar karke
(Aku merasa ada kedamaian, setelah aku membuat keresahan)

Beqaraar karke - 2x
(Setelah aku membuat keresahan)

Dil laga liya maine, tumse pyaar karke 
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)

Tumse pyaar karke 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)

Ha... ha.... ha.... ha....

Beech safar mein kahin mera saath chhodke
(Jangan pernah tinggalkan aku di tengah jalan)

Tujhko kasam hai naiyyo, jaana dil todke
(Berjanjilah padaku tidak akan pernah menghancurkan hatiku)

Kaise main bataaoon tujhe kaisa mera haal ve
(Bagaimana aku dapat memberitahukanmu,aku sudah merasa)

Jeena marna hai sab ab tere naal ve
(Jika aku hidup untukmu, aku juga akan mati untukmu)

Tujhko paa liya tera intezaar karke
(Aku telah menemukan dirimu sekarang, Setelah menunggu begitu lama untukmu)

Intezaar karke - 2x
(Setelah menunggu begitu lama untukmu)

Dil laga liya maine tumse pyaar karke 
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)

Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)

Wednesday, 21 December 2016

Makalah Peran dan Tanggung Jawab Guru

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Maka dengan segala kerendahan saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun kesempurnaan pembuatan tugas profesi pendidikan ini. Bila ada susunan isi maupun penulisan yang tidak sempurna saya mohon maaf. Semoga makalah ini bermanfaat.Amin. 
    Wasalamu’alaikum wr.wb.






.BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar belakang
Belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diriindividu berkat adanya interaksi antar individu ataupun antara individu denganlingkungannya. Dalam pengertian ini terdapat kata "perubahan" yang berartibahwa seseorang setelah mengalami proses belajar akan mengalami perubahanbaik dari segi tingkah laku, pengetahuan, maupun sikapnya.
Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatanbelajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usahamengorganisasi lingkungan sebagai bahan pengajaran dalam proses belajar.
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses dimana didalamnyaterdapat serangkaian interaksi timbal balik antara guru dan murid demi mencapaitujuan edukatif. Proses belajar mengajar merupakan inti dari pendidikan secarakeseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Karena pentingnyaguru dalam proses belajar ini, maka guru dituntut untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pengajar.

2.      Rumusan masalah

Dari latar belakang diatas dapat disimpulkan rumusan masalah adalah:
1.      Bagaimanakah tugas dan tanggung jawab guru?
2.      Apa saja tugas guru?
3.      Apa saj tanggung jawab guru?

3.        Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui tugas seorang guru.
2.      Mengetahui tanggung jawab seorang guru.

4.      Manfaat penulisan

1.      Bagi penulis
Penulisan makalah ini dapat menambah wawasan penulis dalam tugas dan tanggung jawab standard kompetensi guru
2.      Bagi Pembaca
Dapat memberikan informasi kepada pembaca dan semoga dapat menambah wawasan tentang tugas dan tanggung jawab standard kompetensi guru

5.      Sistematika Penulisan

Makalah ini disusun dengan ketentuan urutan sebagai  berikut :

Halaman Judul, Kata Pengantar, Daftar Isi yang disusun dalam halaman awal sebelum bab.

BAB II.
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Landasan Teori

1.      Profesionalisme Guru
2.      Pengertian Sekolah
3.      Tanggung Jawab Sekolah
4.      Fungsi Sekolah
5.      Upaya Sekolah
6.      Upaya Sekolah dalam Peningkatan Kompetensi Guru
7.      Langkah-langkah Peningkatan Profesionalisme Guru.
8.      Faktor Pendukung dan Penghambat

B.     Kerangka Pikir

Upaya sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru bukanlah hal yang mudah, perlu kerja keras dari semua komponen-komponen yang ada di sekolah dan dukungan dari pihak luar termasuk pemerintah daerah setempat.

C.     METODE PENULISAN

1.      Persiapan
2.      Pengumpulan Data
3.      Pengembangan Alternatif Desain
4.      Analisa Struktur Alternatif Desain
5.      Rencana Anggaran Biaya (RAB)
6.      Analisa Pemilihan Struktur Jembatan



















BAB II
PEMBAHASAN

A.            Tugas Guru

1.        Hakekat Tugas Guru
Tugas guru adalah pekerjaan yg menjadi kewajiban seseorangguru.

2.        Tugas Guru

Guru adalah figur seorang pemimpin. Guru adalah sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Guru bertugas mempersiapkan manusai susila yang dapat diharapkan membanguun dirinya dan membangun bangsa dan Negara.
Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.
Tugas guru secara umum adalah mendidik. Dalam oprasionalisasinya, mendidik adalah rangkaian proses mengajar, memberikan dorongan, memuji, menghukum, membentuk contoh dan membisakan.
Tugas khusus seorang guru antara lain sebagai berikut:

a.         Sebagai pengajar (Intruksional)
Sebagai pengajar (intruksional), guru bertugas merencanakan progam pengajaran, melaksanakan progam yang telah disusun dan melaksanakan penilaian setelah progam itu dilaksanakan
b.        Sebagai pendidik (Edukator)
Sebagai pendidik (edukator) guru bertugas mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian sempurna.
c.         Sebagai pemimpin (Managerial)
Sebagai pemimpin, guru bertugas memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait, menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas progam yang dilakukan.

Menurut Debdikbud, tugas utama seorang guru antara lain:
a.       Tugas bidang profesi/Tugas profesional
Guru merupakan profesi/jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang kependidikan.
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup/kepribadian. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik.


b.      Tugas guru dalam bidang kemanusiaan
Di sekolah, guru harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para peserta didiknya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi peserta didiknya dalam belajar.Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka kegagalan pertama adalah Ia tidak akan dapat menambahkan benih pengajarannya itu kepada para peserta didiknya. Para peserta didik akan enggan menghadapi guru yang tidak menarik. Pelajaran itu tidak dapat diserap sehingga setiap lapisan (homoludens, homopuber, dan hompsapiens) dapat mengerti bila menghadapi guru.

c.       Tugas dalam bidang kemasyarakatan
Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat dilingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Ini berarti bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berdasarkan Pancasila.
Tugas guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru pada hakikatnya merupakan komponen strategis yang memilih peran yang penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan faktor condiso sine quanom yang tidak mungkin digantikan oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era kontemporer ini.
Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri.
Semakin akurat para guru melaksanakantugasnya, semakin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. Dengan kata lain, potret dan wajah diri bangsa di masa depan tercermin dari potret diri para guru masa kini, dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengan citra para guru di tengah-tengah msyrakat.
Sejak dulu, guru menjadi panutan masyarakat. Guru tidak hanya diperlukan oleh para murid di ruang-ruang kelas, tetapi juga diperlukan oleh masyarakat lingkungannya dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Tampaknya masyarakat mendudukkan guru pada tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat, yakni di depan memberi suri teladan, di tengah-tengah membangun, dan di belakang memberi dorongan dan motivasi. Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Kedudukan guru yang demikian itu senantiasa relevan dengan zaman dan sampai kapanpun diperlukan. Kedudukan guru seperti itu merupakan penghargaan masyarakat yang tidak kecil. Artinya bagi para guru, sekaligus merupakan tantangan yang menuntut prestise dan prestasi yang senantiasa terpuji dan teruji dari setiap guru, bukan saja di depan kelas, di batas-batas pagar sekolah, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat,





B.            Peran Guru

1.      Hakekat Peran Guru
Peran guru adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan dari seorang guru.

2.      Peran Guru

a.      Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar
Perkembangan baru terhadap pandangan belajar-mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya. Karena pada dasarnya proses belajar-mengajar dan hasil belajar peserta didik sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal.
Peranan dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar meliputi banyak hal sebagaimana dikemukakan oleh Adams & Decǝy dalam Basic Principles of Student Teaching antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator, dan konselor. Beberapa peranan yang dianggap paling dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut.

1)   Guru Sebagai Organisator
Guru berperan untuk menciptakan proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral(kepada sasaran didik,serta Tuhan yang menciptakannya).

2)   Guru sebagai Demonstrator
Sebagai demonstrator, lecturer atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan danmeningkatkan kemampuan yang dimilikinya.
Salah satu yang harus diperhatikan oleh guru bahwa ia sendiri adalah pelajar. Ini berarti bahwa guru harus belajar terus-menerus. Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator serta mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis sehingga apa yang disampaikan itu betul-betul dimiliki oleh anak didik.
Seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam merumuskan TPK sertamemahami kurikulum. Selain itu, guru juga harus memahami dirinya sebagai sumber belajardan terampil dalam memberikan informasi kepada peserta didik. Sebagai pengajar ia pun harus membantu perkembangan peserta didik untuk dapat menerima, memahami, serta menguasai ilmu pengetahuan. Dengan demikianseorang guru akan dapat memainkan peranannya sebagai pengajar dengan baik.

3)   Guru sebagai Pengelola kelas
Guru dalam peranannya sebagai pengelola kelas (learning manager), hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar sertamengorganisasikan lingkungan sekolah. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah pada tujuan-tujuan pendidikan. Pengawasan terhadap lingkunganbelajar itu turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang baik bersifat menantang dan merangsang peserta didik untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.
Kualitas dan kuantitas belajar peserta didik di dalam kelas bergantung pada banyak faktor, antara lain ialah guru, hubungan pribadi antara peserta didik di dalam kelas, serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas.
Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Sebagai manajer guru harus memelihara lingkungan fisik kelasnya agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses-proses intelektual dan sosial di dalam kelasnya. Dengan demikian guru tidak hanya memungkinkan siwa belajar, tetapi juga mengembangkan kebiasaan bekerja dan belajar secara efektif di kalangan peserta didik.
Selain sebagai manajer, guru juga harusmembimbing pengalaman-pengalaman peserta didik sehari-hari ke arah self directed behavior. Salah satu manajemen yang baik adalah menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk sedikit demi sedikit mengurangi kebergantungannya pada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri. Peserta didik harus belajar melakukan self control dan self activity melalui proses bertahap.

4)   Guru Sebagai Fasilitator
Sebagai fasilitator, guru mamberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar.

5)   Guru Sebagai Mediator
Sebagai mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan, karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar.Media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Guru tidak cukup memiliki pengetahuan tentang media pendidikan, tetapi juga harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan media itu dengan baik. Untuk menjadi guru perlu mengalami latihan-latihan praktik secara kontinu dan sistematis, baik melalui pre-service maupuninservice training. Pemilihan dan penggunaanmedia pendidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, kemampuan guru serta minat dan kemampuan peserta didik.
Sebagai mediator guru pun menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. Untuk keperluan itu guru harus terampil menggunakan pengetahuan tentang bagaiman orang berinteraksi dan berkomunikasi. Tujuannya agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif. Dalam hal ini ada tiga macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru, yaitu mendorong berlangsungnya tingkah laku sosial yang baik, mengembangkan gaya interaksi  pribadi, dan menumbuhkan hubungan positif dengan para peserta didik.
Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar-mengajar, baik yang berupa nara sumber, buku teks, majalah, ataupun surat kabar.


6)  Guru Sebagai Inspirator
Sebagai inspirator, guru harus memberikan inspirasi bagi kemajuan belajar peserta didik. Persoalan belajar adalah masalah utama anak didik, guru harus dapat memberikan petunjuk bagaimana cara belajar yang baik.

7)   Guru Sebagai Motivator
Sebagai motivator, guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar semangat dan aktif belajar.

8)   Guru Sebagai Klimator
Sebagai klimator, guru berperan untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif dan
menyenangkan.

9)   Guru Sebagai Inisiator
Sebagai inisiator, guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran.

10)  Guru Sebagai Informator
Sebagai informator, guru harus bisa menjadi sumber informasi kegiatan akademik maupun umum

11)  Guru Sebagai Evaluator
Setiap jenis pendidikan atau bentuk pendidikan, pada waktu tertentu selama satu periode pendidikan, guru selalu mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidik.
Demikian pula dalam satu kali proses belajar-mengajar, guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum, dan apakah materi yang diajarkan selalu cukup tepat. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian.
Dengan penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan peserta didik terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar. Tujuan lain dari penilaian diantaranya ialah untuk mengetahui kedudukan peserta didik di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru dapat mengklasifikasikan apakah seorang peserta didik termasuk kelompok peserta didik yang pandai, sedang, kurang, atau cukup baik di kelasnya jika dibandingkan dengan temaan-temannya.
Dengan menelaah pencapaian tujuan pengajaran, guru dapat mengetahui apakah proses belajar yang dilakukan cukup efektif memberikan hasil yang baik dan memuaskan, atau sebaliknya. Jadi, jelaslah bahwa guru hendaknya mampu dan terampil melaksanakan penilaian karena dengan penilaian, guru dapat mengetahui prestasi yang dicapai oleh peserta didik setelah ia melaksanakan proses pembelajaran.
Sebagai penilai hasil belajar peserta didik(evaluator), guru hendaknya terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik dari waktu ke waktu. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi ini, merupakan umpan balik (feedback) terhadap proses belajar mengajar. Umpan balik ini akan dijadikan titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengjar selanjutnya. Dengan demikian proses belajar-mengajar akan terus-menerus ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal.

12)  Guru sebagai Kulminator
Sebagai kulminator, Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator.

C.            Tanggung jawab Guru

1.      Hakekat Tanggungjawab Guru
Tanggung Jawab Guru adalah perbuatan yang merupakan perwujudan dari kewajiban guru.
2.      Tanggungjawab Guru
Tanggung jawab para guru  dan unsur pendidikan lainnya bukan hanya sekedar dalam hal mengajar atau memajukan dunia pendidikan di sekolah di tempatnya bertugas, tetapi juga bertangggung jawab untuk mengajak masyarakat di sekitarnya masing-masing untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di wilayahnya. Maju mundurnya pendidikan di daerah tergantung kinerja para dewan guru, pengawas ekolah dan komite sekolah, karenanya diharapkan semuanya biasa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya yang disertai keikhlasan hati dalam mengemban amanah yang diberikan.
Guru yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Selain itu juga ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru yang professional hendaknya mampu memikul dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya.
Tanggungjawab seorang Guru (professional) antara lain:

a.      Tanggungjawab Intelektual
Tanggungjawab intelektual guru diwujudkan melalui penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya.
b.      Tanggungjawab Profesi/Pendidikan
Tanggungjawab profesi/pendidikan diwujudkan melalui pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
c.       Tanggungjawab Sosial
Tanggungjawab sosial guru diwujudkan melalui kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
d.      Tanggungjawab Moral dan Spiritual
Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma agama dan moral.
e.       Tanggungjawab Pribadi
Tanggung jawab pribadi diwujudkan melalui kemampuan untuk memahami dirinya, mengelola dirinya, mengendalikan dirinya dan menghargai serta mengembangkan dirinya.

BAB III
PENUTUP

A.            Kesimpulan

1.      Tugas utama seorang guru dikelompokkan menjadi tiga yaitu, tugas profesi/professional, tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan.
2.      Peran guru dikelompokkan menjadi empat, yaitu peran guru dalam proses belajar mengajar, peran guru dalam pengadministrasian, peran guru secara pribadi, dan peran guru secara psikologi.
3.      Tanggung jawab guru dikategorikan menjadi lima, yaitu tanggung jawab intelektual, profesi, sosial, moral dan spiritual, dan pribadi.

B.            Saran

1.      Seorang guru harus selalu memahami dan menjalankan tugas dengan baik, agar dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
2.      Seorang guru harus selalu memahami dan melaksankan peran dengan baik, sehingga dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas.
3.      Seorang guru harus selalu melaksanakan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.