[Verse 1:]
I will leave my heart at the door
Akan kutingalkan hatiku di pintu
I won’t say a word
Aku tak kan katakan sepatah katapun
They’ve all been said before
Mereka semua sudah mengatakan sebelumnya
So why don’t we just play pretend
Jadi kenapa kita tak berpura-pura saja
Like we’re not scared of what’s coming next
Seperti kita tak takut yang akan terjadi selanjutnya
Or scared of having nothing left
Atau takut tak miliki apapun lagi
[Pre-Chorus:]
Now, don’t get me wrong
Sekarang, jangan salah paham
I know there is no tomorrow
Aku tahu tak ada hari esok
All I ask is
Segenap yang kupinta
[Chorus:]
If this is my last night with you
Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Hold me like I’m more than just a friend
Peluk aku seperti bukan teman biasa
Give me a memory I can use
Beri aku kenangan yang bisa kukenang
Take me by the hand while we do what lovers do
Pegang tanganku selagi kita lagi pacaran
It matters how this ends
Itu penting bagaimana ini berakhir
Cause what if I never love again?
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?
[Verse 2:]
I don’t need your honesty
Aku tak butuh kejujuranmu
It’s already in your eyes and I’m sure my eyes, they speak for me
Itu sudah dipandanganmu dan aku yakin dipandanganku, mereka berbicara untuk ku
No one knows me like you do
Tak ada yang tahu diriku ku, seperti yang kau lakukan
And since you’re the only one that matters, tell me who do I run to?
Dan semenjak kau menjadi satu-satunya yang penting, katakan padaku siapa yang harus aku tuju?
[Pre-Chorus:]
Now, don’t get me wrong
Sekarang, jangan salah paham
I know there is no tomorrow
Aku tahu tak ada hari esok
All I ask is
Segenap yang kupinta
[Chorus:]
If this is my last night with you
Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Hold me like I’m more than just a friend
Peluk aku seperti bukan teman biasa
Give me a memory I can use
Beri aku kenakangan yang bisa kukenang
Take me by the hand while we do what lovers do
Pegang tanganku selagi kita lagi pacaran
It matters how this ends
Itu penting bagaimana ini berakhir
Cause what if I never love again?
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?
[Bridge:]
Let this be our lesson in love
Biarlah ini menjadi pelajaran cinta kita
Let this be the way we remember us
Biarlah ini menjadi cara kita saling menginat
I don’t wanna be cruel or vicious
Aku tak ingin menjadi kejam atau jahat
And I ain’t asking for forgiveness
Dan aku tak meminta pengampunan
All I ask is…
Segenap yang kupinta...
[Chorus:]
If this is my last night with you
Jika inilah malam terakhirku bersamamu
Hold me like I’m more than just a friend
Peluk aku seperti bukan teman biasa
Give me a memory I can use
Beri aku kenakangan yang bisa kukenang
Take me by the hand while we do what lovers do
Pegang tanganku selagi kita lagi pacaran
It matters how this ends
Itu penting bagaimana ini berakhir
Cause what if I never love again?
Karena bagaimana jika aku tak pernah mencintai lagi?
Blog Ndy
Monday, 26 December 2016
Cara menggunakan masker naturgo
1. Pertama-tama bersihkan terlebih dahulu kulit wajah anda dengan menggunakan air dingin,
2. Keringkan dengan menggunakan handuk kering yang lembut.
3. Maskerkan produk wajah tersebut secara merata keseluruh kulit wajah anda dan jangan sampai mengenai mata, alis dan bibir.
4. Kemudian diamkan selama kurang lebih 30 menit hingga masker kering, tergantung pemakaina, tebal lebih dari 30 menit
5. Lalu buka masker wajah yang telah kering secara perlahan dari bawah keatas.
6. Lakukan pemaskeran secara rutin dan teratur 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang optimal.
2. Keringkan dengan menggunakan handuk kering yang lembut.
3. Maskerkan produk wajah tersebut secara merata keseluruh kulit wajah anda dan jangan sampai mengenai mata, alis dan bibir.
4. Kemudian diamkan selama kurang lebih 30 menit hingga masker kering, tergantung pemakaina, tebal lebih dari 30 menit
5. Lalu buka masker wajah yang telah kering secara perlahan dari bawah keatas.
6. Lakukan pemaskeran secara rutin dan teratur 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Lirik lagu: Oh My Darling (Feat. Sonu Nigam)
Aaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Doaaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Dokoi Mujhe Poocche How Are You Koi Mujhe Bole How Do You Dokabhi Koi Mujhse Na Kahe Oh My Darling I Love You
oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You
aaj Ki Ladki I Tell You Nakhre Waali Sun Le Tuaaj Ki Ladki I Tell You Nakhre Waali Sun Le Tuna Mein Poocho How Are You Na Main Bolu How Do You Doabhi Yahin Main Kehta Hoon Oh My Darling I Love You
oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You
aaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Do
roj Milo Chupke Chupke Pyaar Karen Chupke Chupke hum Roj Mile Chupke Chupke Pyaar Karen Chupke Chupke main Kab Kissi Se Darta Hoon Main To Tumpe Marta Hoonmain Kaise Yeh Maanon Chal Mera Haath Pakad Lelo Haath Padkad Ke Main Bolon Oh My Darling I Love You
oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You
aaj Ke Ladke I Tell You Kitne Lallu What To Do
achcha To Chalo Pyaar Karen Saath Samundar Paar Karenachcha To Chalo Pyaar Karen Saath Samundar Paar Karentere Saath Na Aaoo Main Raaste Mein Doob Na Jaaon Mainpyaar Mein Jo Doob Gaye Yaar Wohi To Paar Huveaisa Hai To Sun Soniya Oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youaaj Ke Ladke I Tell You
oh My Darling I Love You
aaj Ki Ladki I Tell Youna Mein Poocho How Are You Na Mein Bolo How Do You Doabhi Yahan Hum Kehte Hai
oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You
come On Everybody Sing With Me
oh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love Youoh My Darling I Love You
Lirik Lagu Dil Laga Liya Dan Terjemahannya
Lirik Lagu Dil Laga Liya Dan Terjemahannya
Dil laga liya maine tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Dil laga liya maine tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Dil chura liya maine ikraar karke
(Ku mengambil hatimu setelah aku menginginkannya)
Ikraar karke - 2x
(setelah aku menginginkanya)
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Dil laga liya maine tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
(Ku mengambil hatimu setelah aku menginginkannya)
Ikraar karke - 2x
(setelah aku menginginkanya)
Dil laga liya maine tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Mere diljaani mere maahi mere dholna
(Kasihku, sayangku, cintaku)
Koi sun lega zara dheere dheere bolna
(Tidak perlu ada yang tahu, katakanlah)
Haan, ishq kiya hai maine chori nahin ki hai
(Iya, aku hanya ingin mencinta bukan mencuri)
Tere sang yaara jora jori nahin ki hai
(Dan aku juga bukanlah ingin memaksamu)
Chain le liya maine beqaraar karke
(Aku merasa ada kedamaian, setelah aku membuat keresahan)
Beqaraar karke - 2x
(Setelah aku membuat keresahan)
Dil laga liya maine, tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Ha... ha.... ha.... ha....
Beech safar mein kahin mera saath chhodke
(Jangan pernah tinggalkan aku di tengah jalan)
Tujhko kasam hai naiyyo, jaana dil todke
(Berjanjilah padaku tidak akan pernah menghancurkan hatiku)
Kaise main bataaoon tujhe kaisa mera haal ve
(Bagaimana aku dapat memberitahukanmu,aku sudah merasa)
Jeena marna hai sab ab tere naal ve
(Jika aku hidup untukmu, aku juga akan mati untukmu)
Tujhko paa liya tera intezaar karke
(Aku telah menemukan dirimu sekarang, Setelah menunggu begitu lama untukmu)
Intezaar karke - 2x
(Setelah menunggu begitu lama untukmu)
Dil laga liya maine tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Mere diljaani mere maahi mere dholna
(Kasihku, sayangku, cintaku)
Koi sun lega zara dheere dheere bolna
(Tidak perlu ada yang tahu, katakanlah)
Haan, ishq kiya hai maine chori nahin ki hai
(Iya, aku hanya ingin mencinta bukan mencuri)
Tere sang yaara jora jori nahin ki hai
(Dan aku juga bukanlah ingin memaksamu)
Chain le liya maine beqaraar karke
(Aku merasa ada kedamaian, setelah aku membuat keresahan)
Beqaraar karke - 2x
(Setelah aku membuat keresahan)
Dil laga liya maine, tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Ha... ha.... ha.... ha....
Beech safar mein kahin mera saath chhodke
(Jangan pernah tinggalkan aku di tengah jalan)
Tujhko kasam hai naiyyo, jaana dil todke
(Berjanjilah padaku tidak akan pernah menghancurkan hatiku)
Kaise main bataaoon tujhe kaisa mera haal ve
(Bagaimana aku dapat memberitahukanmu,aku sudah merasa)
Jeena marna hai sab ab tere naal ve
(Jika aku hidup untukmu, aku juga akan mati untukmu)
Tujhko paa liya tera intezaar karke
(Aku telah menemukan dirimu sekarang, Setelah menunggu begitu lama untukmu)
Intezaar karke - 2x
(Setelah menunggu begitu lama untukmu)
Dil laga liya maine tumse pyaar karke
(Aku serahkan seluruh hatiku, saat aku jatuh cinta padamu)
Tumse pyaar karke - 2x
(Saat aku jatuh cinta padamu)
Wednesday, 21 December 2016
Makalah Peran dan Tanggung Jawab Guru
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada akhirnya saya dapat
menyelesaikan tugas. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini tidak lepas
dari kekurangan dan kesalahan. Maka dengan segala kerendahan saya mengharapkan
kritik dan saran yang membangun kesempurnaan pembuatan tugas profesi pendidikan
ini. Bila ada susunan isi maupun penulisan yang tidak sempurna saya mohon maaf.
Semoga makalah ini bermanfaat.Amin.
Wasalamu’alaikum wr.wb.
.BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar
belakang
Belajar
dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diriindividu berkat
adanya interaksi antar individu ataupun antara individu denganlingkungannya.
Dalam pengertian ini terdapat kata "perubahan" yang berartibahwa
seseorang setelah mengalami proses belajar akan mengalami perubahanbaik dari
segi tingkah laku, pengetahuan, maupun sikapnya.
Mengajar
pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatanbelajar atau mengandung
pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usahamengorganisasi lingkungan
sebagai bahan pengajaran dalam proses belajar.
Proses
belajar mengajar merupakan suatu proses dimana didalamnyaterdapat serangkaian
interaksi timbal balik antara guru dan murid demi mencapaitujuan edukatif.
Proses belajar mengajar merupakan inti dari pendidikan secarakeseluruhan dengan
guru sebagai pemegang peranan utama. Karena pentingnyaguru dalam proses belajar
ini, maka guru dituntut untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
sebagai seorang pengajar.
2.
Rumusan
masalah
Dari
latar belakang diatas dapat disimpulkan rumusan masalah adalah:
1. Bagaimanakah
tugas dan tanggung jawab guru?
2. Apa
saja tugas guru?
3. Apa
saj tanggung jawab guru?
3.
Tujuan
Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui
tugas seorang guru.
2. Mengetahui
tanggung jawab seorang guru.
4.
Manfaat
penulisan
1. Bagi
penulis
Penulisan
makalah ini dapat menambah wawasan penulis dalam tugas dan tanggung jawab
standard kompetensi guru
2. Bagi
Pembaca
Dapat
memberikan informasi kepada pembaca dan semoga dapat menambah wawasan tentang
tugas dan tanggung jawab standard kompetensi guru
5.
Sistematika
Penulisan
Makalah
ini disusun dengan ketentuan urutan sebagai berikut :
Halaman Judul, Kata
Pengantar, Daftar Isi yang disusun dalam halaman awal sebelum bab.
BAB
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Landasan
Teori
1. Profesionalisme
Guru
2. Pengertian
Sekolah
3. Tanggung
Jawab Sekolah
4. Fungsi
Sekolah
5. Upaya
Sekolah
6. Upaya
Sekolah dalam Peningkatan Kompetensi Guru
7. Langkah-langkah
Peningkatan Profesionalisme Guru.
8. Faktor
Pendukung dan Penghambat
B. Kerangka
Pikir
Upaya
sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru bukanlah hal yang mudah, perlu
kerja keras dari semua komponen-komponen yang ada di sekolah dan dukungan dari
pihak luar termasuk pemerintah daerah setempat.
C. METODE
PENULISAN
1. Persiapan
2. Pengumpulan
Data
3. Pengembangan
Alternatif Desain
4. Analisa
Struktur Alternatif Desain
5. Rencana
Anggaran Biaya (RAB)
6. Analisa
Pemilihan Struktur Jembatan
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Tugas
Guru
1.
Hakekat Tugas Guru
Tugas
guru adalah pekerjaan yg menjadi kewajiban seseorangguru.
2.
Tugas Guru
Guru
adalah figur seorang pemimpin. Guru adalah sosok arsitektur yang dapat
membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk
membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna
bagi agama, nusa dan bangsa. Guru bertugas mempersiapkan manusai susila yang
dapat diharapkan membanguun dirinya dan membangun bangsa dan Negara.
Dalam
Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru adalah pendidik professional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.
Tugas
guru secara umum adalah mendidik. Dalam oprasionalisasinya, mendidik
adalah rangkaian proses mengajar, memberikan dorongan, memuji, menghukum,
membentuk contoh dan membisakan.
Tugas
khusus seorang guru antara lain sebagai berikut:
a. Sebagai
pengajar (Intruksional)
Sebagai
pengajar (intruksional), guru bertugas merencanakan progam pengajaran,
melaksanakan progam yang telah disusun dan melaksanakan penilaian setelah
progam itu dilaksanakan
b. Sebagai
pendidik (Edukator)
Sebagai
pendidik (edukator) guru bertugas mengarahkan peserta didik pada tingkat
kedewasaan yang berkepribadian sempurna.
c. Sebagai
pemimpin (Managerial)
Sebagai
pemimpin, guru bertugas memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik
dan masyarakat yang terkait, menyangkut upaya pengarahan, pengawasan,
pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas progam yang dilakukan.
Menurut Debdikbud, tugas
utama seorang guru antara lain:
a. Tugas
bidang profesi/Tugas profesional
Guru
merupakan profesi/jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis
pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang
kependidikan.
Tugas
guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti
meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup/kepribadian. Mengajar berarti
meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih
berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik.
b. Tugas
guru dalam bidang kemanusiaan
Di sekolah,
guru harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Ia harus
mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para peserta didiknya.
Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi peserta
didiknya dalam belajar.Bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak
menarik, maka kegagalan pertama adalah Ia tidak akan dapat menambahkan benih
pengajarannya itu kepada para peserta didiknya. Para peserta didik akan enggan
menghadapi guru yang tidak menarik. Pelajaran itu tidak dapat diserap sehingga
setiap lapisan (homoludens, homopuber, dan hompsapiens) dapat mengerti
bila menghadapi guru.
c. Tugas
dalam bidang kemasyarakatan
Masyarakat
menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat dilingkungannya karena dari
seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Ini
berarti bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia
Indonesia seutuhnya yang berdasarkan Pancasila.
Tugas
guru tidaklah terbatas di dalam masyarakat, bahkan guru pada hakikatnya
merupakan komponen strategis yang memilih peran yang penting dalam menentukan
gerak maju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan
faktor condiso sine quanom yang tidak mungkin digantikan oleh
komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu, terlebih-lebih pada era
kontemporer ini.
Keberadaan
guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang
membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah
lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala
perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan
yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan
diri.
Semakin
akurat para guru melaksanakantugasnya, semakin terjamin tercipta dan terbinanya
kesiapan dan keandalan seseorang sebagai manusia pembangunan. Dengan kata lain,
potret dan wajah diri bangsa di masa depan tercermin dari potret diri para guru
masa kini, dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengan
citra para guru di tengah-tengah msyrakat.
Sejak
dulu, guru menjadi panutan masyarakat. Guru tidak hanya diperlukan oleh para
murid di ruang-ruang kelas, tetapi juga diperlukan oleh masyarakat
lingkungannya dalam menyelesaikan aneka ragam permasalahan yang dihadapi
masyarakat.
Tampaknya
masyarakat mendudukkan guru pada tempat yang terhormat dalam kehidupan
masyarakat, yakni di depan memberi suri teladan, di tengah-tengah membangun,
dan di belakang memberi dorongan dan motivasi. Ing ngarso sung tuladha,
ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Kedudukan
guru yang demikian itu senantiasa relevan dengan zaman dan sampai kapanpun
diperlukan. Kedudukan guru seperti itu merupakan penghargaan masyarakat yang
tidak kecil. Artinya bagi para guru, sekaligus merupakan tantangan yang
menuntut prestise dan prestasi yang senantiasa terpuji dan teruji dari setiap
guru, bukan saja di depan kelas, di batas-batas pagar sekolah, tetapi juga di
tengah-tengah masyarakat,
B.
Peran
Guru
1. Hakekat
Peran Guru
Peran
guru adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan dari seorang
guru.
2. Peran
Guru
a. Peran
Guru dalam Proses Belajar-Mengajar
Perkembangan
baru terhadap pandangan belajar-mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk
meningkatkan peranan dan kompetensinya. Karena pada dasarnya proses
belajar-mengajar dan hasil belajar peserta didik sebagian besar ditentukan oleh
peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan
lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya
sehingga hasil belajar peserta didik berada pada tingkat optimal.
Peranan
dan kompetensi guru dalam proses belajar-mengajar meliputi banyak hal
sebagaimana dikemukakan oleh Adams & Decǝy dalam Basic Principles of
Student Teaching antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas,
pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencana, supervisor,
motivator, dan konselor. Beberapa peranan yang dianggap paling dominan dan
diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Guru
Sebagai Organisator
Guru
berperan untuk menciptakan proses edukatif yang dapat
dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat
dan menugaskannya) maupun secara moral(kepada sasaran didik,serta Tuhan yang
menciptakannya).
2) Guru sebagai
Demonstrator
Sebagai demonstrator, lecturer atau
pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang
akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan danmeningkatkan kemampuan
yang dimilikinya.
Salah
satu yang harus diperhatikan oleh guru bahwa ia sendiri adalah pelajar. Ini
berarti bahwa guru harus belajar terus-menerus. Dengan cara demikian ia akan
memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam
melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan demonstrator serta mampu
memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis sehingga apa yang
disampaikan itu betul-betul dimiliki oleh anak didik.
Seorang
guru hendaknya mampu dan terampil dalam merumuskan TPK sertamemahami kurikulum.
Selain itu, guru juga harus memahami dirinya sebagai sumber
belajardan terampil dalam memberikan informasi kepada peserta didik.
Sebagai pengajar ia pun harus membantu perkembangan peserta didik untuk dapat
menerima, memahami, serta menguasai ilmu pengetahuan. Dengan demikianseorang
guru akan dapat memainkan peranannya sebagai pengajar dengan baik.
3) Guru
sebagai Pengelola kelas
Guru
dalam peranannya sebagai pengelola kelas (learning manager), hendaknya mampu
mengelola kelas sebagai lingkungan belajar
sertamengorganisasikan lingkungan sekolah. Lingkungan ini diatur dan
diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah pada tujuan-tujuan pendidikan.
Pengawasan terhadap lingkunganbelajar itu turut menentukan sejauh mana
lingkungan tersebut menjadi lingkungan belajar yang baik. Lingkungan yang baik
bersifat menantang dan merangsang peserta didik untuk belajar, memberikan rasa
aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.
Kualitas
dan kuantitas belajar peserta didik di dalam kelas bergantung pada banyak faktor,
antara lain ialah guru, hubungan pribadi antara peserta didik di dalam kelas,
serta kondisi umum dan suasana di dalam kelas.
Tujuan
umum pengelolaan kelas ialah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk
bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik.
Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan peserta didik untuk
memperoleh hasil yang diharapkan.
Sebagai
manajer guru harus memelihara lingkungan fisik kelasnya agar
senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing
proses-proses intelektual dan sosial di dalam kelasnya. Dengan demikian guru
tidak hanya memungkinkan siwa belajar, tetapi juga mengembangkan kebiasaan
bekerja dan belajar secara efektif di kalangan peserta didik.
Selain
sebagai manajer, guru juga harusmembimbing pengalaman-pengalaman peserta
didik sehari-hari ke arah self directed behavior. Salah satu manajemen
yang baik adalah menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk sedikit demi
sedikit mengurangi kebergantungannya pada guru sehingga mereka mampu membimbing
kegiatannya sendiri. Peserta didik harus belajar melakukan self
control dan self activity melalui proses bertahap.
4) Guru
Sebagai Fasilitator
Sebagai
fasilitator, guru mamberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses
belajar-mengajar.
5) Guru
Sebagai Mediator
Sebagai
mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup
tentang media pendidikan, karena media pendidikan merupakan alat
komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar.Media pendidikan
merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan
bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Guru
tidak cukup memiliki pengetahuan tentang media pendidikan, tetapi juga harus
memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan media itu
dengan baik. Untuk menjadi guru perlu mengalami latihan-latihan praktik secara
kontinu dan sistematis, baik melalui pre-service
maupuninservice training. Pemilihan dan penggunaanmedia
pendidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi,
kemampuan guru serta minat dan kemampuan peserta didik.
Sebagai
mediator guru pun menjadi perantara dalam hubungan antar manusia. Untuk
keperluan itu guru harus terampil menggunakan pengetahuan tentang bagaiman
orang berinteraksi dan berkomunikasi. Tujuannya agar guru dapat menciptakan
secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif. Dalam hal ini ada tiga
macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru, yaitu mendorong berlangsungnya tingkah
laku sosial yang baik, mengembangkan gaya interaksi pribadi, dan
menumbuhkan hubungan positif dengan para peserta didik.
Sebagai
fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta
dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar-mengajar, baik yang berupa
nara sumber, buku teks, majalah, ataupun surat kabar.
6) Guru
Sebagai Inspirator
Sebagai
inspirator, guru harus memberikan inspirasi bagi kemajuan belajar peserta
didik. Persoalan belajar adalah masalah utama anak didik, guru harus dapat
memberikan petunjuk bagaimana cara belajar yang baik.
7)
Guru Sebagai Motivator
Sebagai
motivator, guru hendaknya dapat mendorong anak didik
agar semangat dan aktif belajar.
8) Guru
Sebagai Klimator
Sebagai
klimator, guru berperan untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif dan
menyenangkan.
9) Guru
Sebagai Inisiator
Sebagai
inisiator, guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam
pendidikan dan pengajaran.
10) Guru
Sebagai Informator
Sebagai
informator, guru harus bisa menjadi sumber informasi kegiatan akademik maupun
umum
11) Guru
Sebagai Evaluator
Setiap
jenis pendidikan atau bentuk pendidikan, pada waktu tertentu selama satu
periode pendidikan, guru selalu mengadakan evaluasi atau penilaian
terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak terdidik maupun oleh
pendidik.
Demikian
pula dalam satu kali proses belajar-mengajar, guru hendaknya menjadi seorang
evaluator yang baik. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan
yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum, dan apakah materi yang diajarkan
selalu cukup tepat. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui
kegiatan evaluasi atau penilaian.
Dengan
penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan
peserta didik terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode
mengajar. Tujuan lain dari penilaian diantaranya ialah untuk mengetahui
kedudukan peserta didik di dalam kelas atau kelompoknya. Dengan penilaian, guru
dapat mengklasifikasikan apakah seorang peserta didik termasuk kelompok peserta
didik yang pandai, sedang, kurang, atau cukup baik di kelasnya jika
dibandingkan dengan temaan-temannya.
Dengan
menelaah pencapaian tujuan pengajaran, guru dapat mengetahui apakah proses
belajar yang dilakukan cukup efektif memberikan hasil yang baik dan memuaskan,
atau sebaliknya. Jadi, jelaslah bahwa guru hendaknya mampu dan terampil
melaksanakan penilaian karena dengan penilaian, guru dapat mengetahui prestasi
yang dicapai oleh peserta didik setelah ia melaksanakan proses pembelajaran.
Sebagai
penilai hasil belajar peserta didik(evaluator), guru hendaknya terus menerus
mengikuti hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik dari waktu ke
waktu. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi ini, merupakan umpan balik
(feedback) terhadap proses belajar mengajar. Umpan balik ini akan dijadikan
titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengjar
selanjutnya. Dengan demikian proses belajar-mengajar akan terus-menerus
ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal.
12) Guru
sebagai Kulminator
Sebagai
kulminator, Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara
bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya peserta didik
akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta
didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu
dengan peran sebagai evaluator.
C.
Tanggung
jawab Guru
1. Hakekat
Tanggungjawab Guru
Tanggung
Jawab Guru adalah perbuatan yang merupakan perwujudan dari kewajiban guru.
2. Tanggungjawab
Guru
Tanggung
jawab para guru dan unsur pendidikan lainnya bukan hanya sekedar dalam
hal mengajar atau memajukan dunia pendidikan di sekolah di tempatnya
bertugas, tetapi juga bertangggung jawab untuk mengajak masyarakat di
sekitarnya masing-masing untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan pendidikan
di wilayahnya. Maju mundurnya pendidikan di daerah tergantung kinerja para
dewan guru, pengawas ekolah dan komite sekolah, karenanya diharapkan semuanya
biasa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya yang disertai keikhlasan hati
dalam mengemban amanah yang diberikan.
Guru
yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang
ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Selain itu juga ditunjukkan
melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru yang
professional hendaknya mampu memikul dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai
guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya.
Tanggungjawab
seorang Guru (professional) antara lain:
a. Tanggungjawab
Intelektual
Tanggungjawab
intelektual guru diwujudkan melalui penguasaan materi pembelajaran secara
luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di
sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan
terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya.
b. Tanggungjawab
Profesi/Pendidikan
Tanggungjawab
profesi/pendidikan diwujudkan melalui pemahaman guru terhadap peserta didik,
perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimilikinya.
c. Tanggungjawab
Sosial
Tanggungjawab
sosial guru diwujudkan melalui kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul
secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
d. Tanggungjawab
Moral dan Spiritual
Tanggung
jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk
beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma agama dan
moral.
e. Tanggungjawab
Pribadi
Tanggung
jawab pribadi diwujudkan melalui kemampuan untuk memahami dirinya,
mengelola dirinya, mengendalikan dirinya dan menghargai serta mengembangkan
dirinya.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Tugas
utama seorang guru dikelompokkan menjadi tiga yaitu, tugas
profesi/professional, tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan.
2. Peran
guru dikelompokkan menjadi empat, yaitu peran guru dalam proses belajar
mengajar, peran guru dalam pengadministrasian, peran guru secara pribadi, dan
peran guru secara psikologi.
3. Tanggung
jawab guru dikategorikan menjadi lima, yaitu tanggung jawab intelektual,
profesi, sosial, moral dan spiritual, dan pribadi.
B.
Saran
1. Seorang
guru harus selalu memahami dan menjalankan tugas dengan baik, agar
dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan
pendidikan nasional.
2. Seorang
guru harus selalu memahami dan melaksankan peran dengan baik, sehingga dapat
menciptakan pendidikan yang berkualitas.
3. Seorang
guru harus selalu melaksanakan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya
dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan
pendidikan nasional.
Subscribe to:
Comments (Atom)